Nyeri dan Kram Perut Jangka Panjang, Bisa Jadi Pertanda Crohn's Disease!

nyeri-dan-kram-perut-jangka-panjang-bisa-jadi-pertanda-crohns-disease
Nyeri di perut memang sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, apalagi jika cukup sering terjadi. Penyebab nyeri perut ini bisa saja akibat alergi makanan, adanya gangguan pada organ pencernaan seperti maag, dan lain-lain. Kendati demikian, ada pula kasus nyeri dan kram perut yang terjadi secara terus-menerus dan dalam jangka panjang, padahal pasien tidak memiliki riwayat maag ataupun gangguan pencernaan lainnya. Jika kamu mengalami kasus serupa, lebih baik segera periksakan ke dokter, ya. Karena, bisa jadi gangguan yang kamu alami adalah gejala dari penyakit Crohn!


Di usia produktif, gangguan pencernaan memang seringkali menjadi masalah kesehatan, terutama bagi para millenials dan teman-teman Gen Z, nih. Padatnya aktivitas, stres berlebih, dan gak teraturnya pola hidup tentu menjadi pencetus utamanya. Tahukah kamu, kalau kram dan rasa nyeri hebat di perut seringkali diakibatkan karena adanya peradangan di lambung dan usus penderitanya. Penyakit Crohn adalah salah satu penyebab radang pencernaan yang perlu diwaspadai nih, teman Polycrol! 


Apa Itu Penyakit Crohn dan Seberapa Sering Terjadi?


Penyakit Crohn (Crohn’s disease) pada dasarnya adalah penyakit autoimun yang bersifat jangka panjang, atau kronis. Crohn’s disease juga merupakan bagian dari kelas penyakit IBD alias inflammatory bowel disease. Gangguan ini menyebabkan terbentuknya radang di saluran pencernaan penderitanya, mulai dari mulut, lambung, usus, hingga anus, dengan persentase paling sering terjadi di usus halus dan usus besar.


Berdasarkan laporan dari CDC (Centers for Disease Control and Prevention), sebanyak 26 hingga 199 jiwa dari 100 ribu orang mengalami Crohn’s disease. Penyakit ini dapat menyerang wanita maupun pria di segala usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Namun pada umumnya, Crohn’s disease didiagnosis pada usia 15 - 40 tahun.


Penyakit Crohn juga sering sebut sebagai penyakit keturunan, walaupun sebenarnya faktor penyebab penyakit ini dianggap lebih kompleks lagi oleh para ahli kesehatan. Di seluruh dunia, sekitar 3 dari 20 orang penderita Crohn’s disease pasti memiliki keluarga dengan kondisi tersebut. Bahkan, jika penderitanya memiliki saudara kembar identik, mereka juga berisiko hingga 70% akan mengalami kondisi yang sama.


Lantas, Apakah yang Menyebabkan Penyakit Crohn?


Sebenarnya, penyebab penyakit Crohn belum diketahui dengan pasti hingga saat ini. Terdapat banyak faktor dan pencetus yang dapat memunculkan penyakit ini, namun para ahli kesehatan belum benar-benar memastikan penyebab utama atau penyebab khasnya. Faktor yang berperan paling besar sebagai pencetus munculnya Crohn’s disease adalah faktor genetik, imunitas, lingkungan, dan gaya hidup. Berikut ini faktor-faktor yang perlu banget diwaspadai, terutama jika kamu punya riwayat gangguan pencernaan yang belum diketahui penyebabnya:


- Penyakit Crohn seringkali didiagnosis pada usia di bawah 30 tahun

- Keluarga memiliki riwayat penyakit tersebut, sehingga risiko terserang kondisi ini meningkat cukup besar

- Diet atau pola makan yang tidak sehat, seperti terlalu sering mengonsumsi makanan tinggi lemak, makanan olahan, dan makanan minuman yang dapat mengiritasi pencernaan

- Memiliki kebiasaan merokok

- Berada atau tinggal cukup lama di daerah perkotaan atau urban area, dan daerah-daerah industri, yang mana memberikan lingkungan dan gaya hidup yang serba instan, memiliki udara dengan tingkat polusi tinggi, dan sebagainya

- Pernah menderita infeksi pada sistem pencernaan akibat bakteri Mycobacterium avium paratuberculosis (MAP) atau bakteri E. coli


Ketika kamu ke dokter untuk memeriksakan kondisi yang kamu curigai sebagai Crohn’s disease, biasanya dokter akan memeriksa gejala, kronologis keluhan yang kamu alami, kondisi fisik, serta riwayat penyakit kamu. Faktor-faktor di atas juga tak luput dipertimbangkan oleh dokter untuk memperoleh diagnosa yang tepat. Namun pada beberapa kasus, untuk menentukan bahwa kamu memang mengalami Crohn’s disease, kamu perlu melakukan beberapa pemeriksaan lebih lanjut seperti, pemeriksaan darah, pemeriksaan tinja, endoskopi, dan prosedur-prosedur lainnya.


Apa Saja Gejala Penyakit Crohn, dan Bagaimana Cara Membedakannya dengan Penyakit Lain?


Gejala Crohn’s disease ini memang sekilas agak mirip dengan gejala dispepsia, tukak lambung, dan gastritis pada umumnya. Karena, gangguan-gangguan lambung di atas sebenarnya memang bisa terjadi akibat penyakit Crohn, dan dalam arti lain adalah komplikasi dari penyakit Crohn. Ketika gejala penyakit Crohn menyerang, penderitanya akan lebih berisiko mengalami iritasi dan peradangan pada dinding mukosa lambung yang lebih lanjut dapat disebut sebagai gastritis. Jika gastritis ini terus-menerus memburuk, luka pada dinding lambung juga akan melebar dan membentuk suatu luka (ulcer) yang lebih lanjut disebut sebagai tukak lambung.


Selain tukak dan gastritis, gejala penyakit Crohn juga sangat mirip dengan kolitis ulseratif, karena memang menyerang daerah yang sama, dan juga dalam tipe penyakit yang sama, yakni IBD (inflammatory bowel disease). Perbedaannya adalah, kolitis ulseratif benar-benar hanya menyerang usus saja, sehingga kondisi seperti sariawan, heartburn, dan fistula ani mungkin tidak terjadi.


Penyakit Crohn dapat menyerang bagian apapun pada saluran pencernaan kita, dan dapat bersifat hilang timbul, namun berjalan dalam jangka panjang (kronis). Gejala yang ditimbulkannya pun bisa sedikit berbeda tergantung pada lokasi serangan, luas peradangan, dan tingkat keparahannya. Gejala Crohn’s disease juga bisa berkembang atau semakin parah jika tidak ditangani dengan baik dan telah terjadi komplikasi. Adapun gejala-gejala yang harus diperhatikan betul adalah sebagai berikut teman Polycrol!

1. Rasa sakit atau nyeri di perut, dengan tingkatan sedang hingga tinggi

2. Mual dan muntah

3. Heartburn (jika terdapat luka atau radang di kerongkongan)

4. Sariawan atau luka pada mulut

5. Tidak nafsu makan hingga berujung pada penurunan berat badan.

6. Rasa letih dan lesu akibat anemia, biasanya disertai rasa tidak enak badan seperti akan demam

7. Diare

8. Konstipasi

9. Tinja bercampur lendir dan darah

10. Terbentuknya saluran abnormal di sekitar dubur (fistula ani).


Teman Polycrol sangat diwajibkan untuk segera memeriksakan diri pada dokter jika gejala yang dialami sangat mengganggu aktivitas kamu. Gejala-gejala berat yang mengganggu tersebut di antaranya adalah, nyeri dan kram perut yang tak tertahankan selama beberapa hari tanpa henti, terdapat darah pada tinja, muntah berwarna kehitaman tanpa sebab, diare yang tidak kunjung membaik dengan pengobatan mandiri, dan demam tinggi yang tidak turun dalam 2 hari.


Apa yang Dapat Dilakukan Bagi Penderita Penyakit Crohn?


Crohn’s disease memang tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, namun langkah-langkah pencegahan dan perbaikan tentu sangat dianjurkan agar gejala-gejala yang dirasakan jauh lebih membaik. Kunci utamanya kembali lagi pada gaya hidup sehat, teman Polycrol! Selain perbaikan pola hidup, seperti  pola makan, pola tidur, dan kebiasaan-kebiasaan buruk, kamu juga perlu memperhatikan kesehatan psikologis dan emosional kamu, ya!


Keep a happy and balanced life for your happy tummy!




References:

Diakses pada 28 Juli 2020: Centers for Disease Control and Prevention, Crohn's Colitis Foundation, Medical News Today, Healthline, Mayo Clinic, WebMD, IBD Clinic of University of Alberta, UCLA Health, Alodokter, HelloSehat



Bagikan artikel ini:

0 Komentar

Berikan Komentar

Login