Gejala Maag Juga Bisa Muncul Akibat Kekurangan Asam Lambung. Ini Penjelasannya!

gejala-maag-juga-bisa-muncul-akibat-kekurangan-asam-lambung-ini-penjelasannya
Telat sarapan memang sudah menjadi kebiasaan anak muda jaman sekarang. Hayoo, kamu pun pasti pernah beberapa kali melewatkan sarapan pagi kan, teman Polycrol? Kita pun sudah sering banget membahas akan pentingnya membiasakan diri sarapan di pagi hari, kan? Pada beberapa orang yang sering terlambat sarapan, gejala maag di siang hari mungkin sudah menjadi penyakit langganan, ya. Namun, pernahkah kamu justru merasakan maag ketika akan mulai membiasakan sarapan? Bisa jadi lambung kamu justru kekurangan asam lambung, tuh!


Ketika kamu sudah terbiasa melewatkan sarapan, waktu bekerja perut kamu bisa jadi juga akan berubah sebagai bentuk adaptasi. Dampak negatif yang mungkin terjadi adalah lambung akan terbiasa jadi kurang aktif pada pagi hari, dan menyebabkan cairan dan asam lambung menjadi sangat sedikit. Nah, cairan lambung yang tidak mencukupi ini kemudian jadi tidak bisa mencerna sarapan yang dikonsumsi secara optimal, sehingga menyebabkan banyak gangguan lambung lainnya. Kondisi ini biasa disebut sebagai hipokloridia, atau kekurangan asam lambung, teman Polycrol! Kekurangan asam lambung juga bisa jadi terkait dengan gangguan-gangguan kesehatan yang serius, lho.



Apa Itu Hipokloridia, dan Apakah Berbahaya?


Hipokloridia merupakan kondisi ketika lambung kita kekurangan asam klorida atau asam lambung. Asam lambung sendiri memang merupakan komponen utama dari cairan lambung, ditemani dengan beberapa jenis enzim pencernaan, dan cairan mukosa. Lingkungan pH yang normal pada lambung adalah di bawah 2, yang menandakan adanya cairan lambung yang cukup. Sementara itu, pH lambung di angka 3 sampai 5 menandakan terjadinya hipokloridia, dan angka di atas 5 mengindikasikan akloridia (tidak ada asam lambung).


Walaupun kerap dianggap sebagai pencetus maag, asam lambung tetap berperan penting dalam sistem pencernaan, teman Polycrol! Maka dari itu, tidak cukupnya asam lambung justru dapat memicu gangguan kesehatan. Berikut ini adalah fungsi-fungsi asam lambung pada sistem pencernaan kita:


1. Membantu penghancuran makanan dan minuman yang masuk menjadi senyawa dan molekul nutrisi yang dapat diserap organ pencernaan:

→  Mencerna protein dengan menstimulasi sekresi pepsin

→ Mencerna karbohidrat dan lemak dengan menstimulasi sekresi enzim pankreas

→ Melarutkan beberapa jenis mineral dan vitamin larut lemak (vitamin A, D, E, dan K) agar lebih mudah diserap usus

2. Bekerja sebagai sistem pertahanan lambung dari mikroorganisme jahat dengan cara membunuh mikroba penginfeksi dengan sifat asamnya yang kuat

3. Bekerja meregulasi motilitas pencernaan dan waktu pengosongan lambung



Apa Akibat dari Hipokloridia serta Gejala-gejalanya?


Nah, dari penjelasan di atas tentu sudah terbayang apa akibatnya jika kita kekurangan asam lambung, kan? Nutrisi-nutrisi yang jadi sulit dicerna akan membuat waktu pengosongan lambung terlambat, perut harus bekerja lebih berat, dan mikroba pencernaan lah yang kemudian akan memakan partikel makanan tersebut. Lebih lanjut, mikroba tersebut akan menghasilkan gas dan perut akan bergerak lebih kuat, sehingga akan muncul gejala maag hingga berbagai komplikasi. Adapun gejala kekurangan asam lambung yang mirip dengan gejala maag di antaranya:


1. Perut penuh gas (menyebabkan kembung dan sendawa)

2. Nyeri hingga kram perut

3. Heartburn

4. Sulit mencerna makanan

5. Mual setelah mengonsumsi vitamin atau suplemen


Sedangkan gangguan serta gejala lain yang cukup berbeda dari gejala maag pada umumnya, adalah sebagai berikut:

1. Diare

2. Keinginan untuk makan di kala tidak lapar

3. Terdapat makanan yang tidak tercerna pada tinja

4. Rambut rontok dan kuku rapuh

5. Badan terasa lemas

6. Anemia akibat kekurangan zat besi

7. Kekurangan vitamin dan mineral penting seperti, vitamin B12, kalsium, dan magnesium

8. Kekurangan protein

9. Gangguan saraf seperti, penglihatan kabur, kesemutan, dan lainnya.


Sementara itu, beberapa penyakit yang dilaporkan terkait dengan kondisi hipokloridia adalah penyakit autoimun seperti lupus, alergi, gastritis, osteoporosis, celiac disease, rheumatoid arthritis,  batu empedu, dan lain-lain.


Apa Saja Faktor Risiko dan Penyebab Hipokloridia?


1. Faktor usia

Kurangnya asam lambung berkaitan erat dengan gaya hidup dan metabolisme tubuh. Pada usia lansia, metabolisme dan fungsi organ tubuh akan berkurang, sehingga kemungkinan terjadinya hipokloridia akan lebih tinggi


2. Stres kronis

Selain memicu kenaikan asam lambung, pada beberapa orang stres dan gangguan psikosomatis kronis dapat pula menyebabkan penurunan produksi asam lambung


3. Gaya hidup dan pola makan

Asupan yang masuk ke dalam tubuhmu mencerminkan kesehatan tubuhmu! Jika kita sering mengonsumsi makanan dan minuman yang tidak sehat, dan memiliki kebiasaan makan yang buruk seperti, makan berlebihan dan teralu cepat, kamu akan lebih mudah mengalami gejala hipokloridia


4. Kekurangan vitamin dan mineral

Kekurangan vitamin dan mineral tertentu seperti zinc dan vitamin B juga mungkin dapat menyebabkan kurangnya asam lambung. Hal ini mungkin berkaitan dengan kurangnya asupan nutrisi akibat gaya hidup yang tidak sehat, stres, kebiasaan merokok, dan konsumsi alkohol berlebih.


5. Penggunaan obat-obatan tertentu

Penggunaan antasida berlebih atau tidak tepat, dan konsumsi obat maag golongan Proton Pump Inhibitor dapat menyebabkan hipokloridia. Maka dari itu, alangkah lebih baik jika kita selalu berkonsultasi pada dokter sebelum menggunakan atau mengganti obat untuk periode yang cukup panjang.


6.  Adanya infeksi bakteri seperti H. Pylori

Infeksi bakteri dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan mukosa, serta fungsi area-area tertentu pada lambung yang berperan mengekskresikan atau menstimulasi asam lambung


7. Pernah menjalani operasi di area lambung

Lambung yang pernah dioperasi berisiko lebih tinggi mengalami penurunan produksi asam lambung.


Hipokloridia Perlu Ditangani dengan Segera!


Dalam jangka panjang, akloridia (tidak adanya asam lambung) dan hipokloridia (kurangnya asam lambung) yang tidak ditangani akan menimbulkan komplikasi serius. Infeksi dan kerusakan pada sistem pencernaan sulit untuk dihindari, dan tubuh menjadi sulit memperoleh nutrisi.


Penanganan hipokloridia bergantung pada kondisi tubuh pasien secara menyeluruh dan tingkat keparahannya. Penanganan umum yang direkomendasikan oleh ahli kesehatan adalah dengan modifikasi pola makan dan diet, juga dapat disertai dengan tambahan suplemen. Suplemen yang diberikan biasanya dalam bentuk betain hidroklorida atau suplemen makanan yang mengandung enzim untuk membantu pencernaan. Jika pada pemeriksaan terdapat infeksi, misalnya akibat H. pylori, maka dokter juga akan memberikan antibiotik sesuai kebutuhan.


Perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat dan teratur tentulah menjadi kunci kesehatan yang utama. Hindarilah hal-hal yang dapat mencetuskan gangguan pada level asam lambung kita seperti makanan-makanan instan dan minuman beralkohol. Walaupun kondisi perut kekurangan asam lambung, tetap hindari makanan pedas dan asam, karena justru akan memperburuk gejala. Asam lambung harus diproduksi dengan alami oleh tubuh, bukan dengan sumber asam yang terlalu kuat dari luar. Kamu bisa coba kembalikan level asam lambung dengan mengonsumsi buah-buahan kaya enzim seperti pisang dan pepaya, makanan yang kaya akan probiotik alami seperti yoghurt dan kombucha, serta makanan yang kaya akan zinc seperti daging sapi dan kacang-kacangan.


Kamu juga bisa mencoba pengobatan alternatif dengan menggunakan teh herbal yang bersifat pahit atau biasa disebut sebagai herbal bitters, seperti bunga chamomile, akar chicory, kayu manis, akar dandelion, dan peppermint. Berdasarkan beberapa penelitian, herbal jenis ini dilaporkan dapat menstimulasi sekresi cairan pencernaan seperti sekresi enzim pankreas, saliva, cairan empedu, dan cairan lambung yang berperan penting bagi kesehatan pencernaan.


Disamping menjaga diet, olahraga ringan juga sangat dianjurkan untuk kamu lakukan secara rutin dan berkala. Lakukan juga upaya-upaya untuk mengurangi rasa stres seperti dengan melakukan meditasi atau aktivitas rekreasi. Jika kamu masih kurang yakin dengan kondisi maag yang kamu alami, dan tidak merasakan perbaikan apapun dengan langkah penanganan di atas, segera konsultasikan ke dokter agar kamu mendapatkan pengobatan yang sesuai, ya!



Referensi:

Diakses pada 22 Agustus 2020:  Healthline, Medical News Today, Harvard Health Publishing of Harvard Medical School, Avogel.ca


Bagikan artikel ini:

0 Komentar

Berikan Komentar

Login