Mengenal Susu Almond, ASI Booster Alami yang Aman Buat Pencernaan Mums

mengenal-susu-almond-asi-booster-alami-yang-aman-buat-pencernaan-mums
Masa-masa paling penting bagi tumbuh kembang Buah Hati adalah selama usia menyusuinya. Menurut Badan Kesehatan Dunia atau WHO, rekomendasi pemberian ASI eksklusif untuk Si Kecil adalah hingga ia berusia 6 bulan, dan selanjutnya dengan penambahan MPASI (makanan pendamping ASI) hingga berusia 2 tahun, Mums! Di samping itu, apakah Mums sendiri sudah yakin jika ASI yang diberikan pada Si Kecil sudah tepat untuk kondisinya? Simak penjelasannya sejenak, yuk!


Semua Mamsi (Mama ASI) pasti sudah paham betul bahwa nutrisi yang terkandung dalam ASI sangatlah berpengaruh buat tumbuh kembang Sang Buah Hati. Suplai nutrisi ini tentu juga berkaitan erat dengan asupan yang Mums konsumsi. Inilah yang mendorong para Mamsi harus benar-benar selektif memilah dan memilih sumber asupan. Mamsi akan direkomendasikan untuk mengonsumsi superfood yang dapat meningkatkan produksi dan kualitas ASI, serta perlu menghindari makanan yang mungkin berbahaya bagi Si Kecil.


Pada dasarnya, Mamsi sangat disarankan untuk menjaga asupan nutrisi 4 sehat 5 sempurna, alias diet seimbang. Sumber-sumber nutrisi yang diperlukan Mamsi juga lebih banyak dibandingkan wanita yang tidak menyusui, sehingga konsumsi makanan-makanan seperti, whole grains, daging merah, telur, ikan salmon, sayuran hijau, dan kacang-kacangan sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan harian. Mamsi juga bisa memanfaatkan ubi, kacang hijau, aprikot, kurma, dan yoghurt, sebagai snack pendamping yang bisa boost produksi ASI, lho!


Susu Almond dan Manfaat Supernya Buat Mamsi


Almond merupakan jenis kacang-kacangan yang kaya akan serat, protein, lemak tak jenuh, vitamin dan mineral, serta antioksidan. Salah satu kudapan almond yang paling populer di kalangan Mamsi adalah susu almond. Mamsi pasti sudah sering menemukan ASI booster berbentuk susu almond, kan? Susu almond merupakan salah satu susu nabati yang memiliki tekstur dan rasa yang rich alias kental. Susu ini dibuat dari hasil perasan kacang almond yang dihancurkan dengan campuran air, dan biasanya diberikan tambahan kurma atau madu.


Nutrisi esensial di dalam kacang almond terbukti cukup efektif membantu memenuhi kebutuhan Mamsi dan bayi.  Dan, benar sekali! Susu almond ini memang telah terbukti sebagai laktagoga alias dapat melancarkan produksi ASI. Gak cuma itu saja, susu almond juga memiliki khasiat yang perlu Mamsi catat, seperti di bawah ini!

  1. Membantu Mums kenyang lebih lama serta menjaga kadar gula darah stabil, karena mengandung kaya akan serat

  2. Mengandung vitamin A, serta antioksidan vitamin E yang sangat tinggi. Vitamin E dalam 240 ml susu almond bahkan dapat memenuhi hingga > 100 persen dari kebutuhan harian orang dewasa. Vitamin ini berperan menjaga kesehatan mata dan kulit Mums, mempercepat pemulihan pasca melahirkan, serta menjaga imunitas Mamsi dan bayi

  3. Memenuhi kebutuhan kalsium, fosfor, dan vitamin D, dan merupakan alternatif susu sapi yang baik. Mamsi memerlukan setidaknya 1000 mg kalsium setiap hari untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi

  4. Membuat rasa ASI lebih manis dan creamy, sehingga Si Kecil lebih senang menyusu

  5. Bersifat bebas kolesterol dan lemak jahat, sehingga mampu menjaga kesehatan jantung Mamsi

  6. Dapat menstimulasi hormon yang berperan meningkatkan jumlah dan kualitas ASI


Mengapa Susu Almond Lebih Baik?


Beberapa bayi terkadang kurang suka dengan ASI yang Mums berikan. Biasanya hal ini terjadi akibat ketidakcocokan terhadap makanan yang dikonsumsi oleh Mamsi. Dilansir dari Breastfeeding Confidential, salah satu jenis makanan atau minuman yang sering jadi masalah adalah produk-produk dairy, seperti susu dan keju. Kendati demikian, Mums bisa memanfaatkan susu almond sebagai alternatif susu sapi yang umumnya lebih cocok dan disukai oleh Mamsi dan Si Kecil.


Beberapa bayi mungkin memiliki intoleransi terhadap kandungan susu sapi yang dialirkan melalui ASI. Yuk, lebih waspada akan gejala-gejala umum intoleransi yang dialami bayi seperti di bawah ini, Mums:


●  Si Kecil sering memuntahkan ASI dan sulit menyusu

●  Sering gelisah dan menangis

●  Tinja bayi yang lebih berlendir dan berair, bahkan nampak kehijauan

●  Sering gumoh (refluk makanan), serta hidung dan mulut berlendir

●  Sulit bertumbuh atau sulit bertambah berat badan

●  Munculnya ruam-ruam tanpa sebab


Susu Almond Aman Diminum, Terutama pada Mums yang Menderita Maag


Susu almond merupakan susu nabati yang tentunya jauh lebih rendah lemak dibandingkan susu sapi ya, Mums! Buat Mamsi yang punya riwayat gangguan lambung seperti maag, GERD (gastroesophageal reflux disease), hingga intoleransi laktosa, tentunya susu almond bisa menjadi alternatif terbaik. Mums gak perlu khawatir gejala maag kambuh dan mengganggu penyerapan nutrisi lagi.


Dilansir dari Mom Junction, meminum susu almond secara reguler atau rutin dianggap dapat meningkatkan produksi ASI. Sebenarnya, meminum susu almond dalam batas wajar dan sesuai anjuran tentulah sangat baik buat Mums. Namun, Mums perlu menghindari dulu konsumsi susu almond jika memiliki atau mengalami reaksi alergi terhadap kacang ini. Untuk menjaga kesehatan Mums dan Si Kecil, alangkah lebih baik jika Mums berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter, ya!


Stay Healthy & Happy Breastfeeding Week, untuk Mamsi Indonesia!


Referensi:

Diakses pada 5 Agustus 2020: Food Data Central USDA, Sandfordhealth.org, Healthline, Medical News Today, Very Well Family, Mom Junction, Breastfeeding Confidential, Mom365, Alodokter


Bagikan artikel ini:

0 Komentar

Berikan Komentar

Login