Sering Makan Sashimi Memicu Maag, Ternyata Tanda Infeksi Serius

sering-makan-sashimi-memicu-maag-ternyata-tanda-infeksi-serius
Eastern food seperti makanan khas Jepang, Cina, dan Thailand, saat ini masih sangat digandrungi oleh para pecinta kuliner. Salah satu kudapan khas Asia yang populer di kalangan food enthusiast adalah sushi dan sashimi yang berasal dari Jepang. Sushi dan sashimi merupakan kudapan berbahan dasar seafood, dan seringkali disajikan mentah-mentah. Walaupun begitu, banyak penggemar kudapan ini yang mengakui rasanya yang super lezat, lho. Kandungan nutrisi yang didapatkan pun lebih utuh dan segar, karena tanpa melalui pemrosesan apapun.

Di balik kelezatan dan kebaikan nutrisi dari raw seafood, teman Polycrol juga harus berhat-hati dan bijak dalam mengonsumsinya, ya. Bagi kamu yang suka banget dengan sashimi maupun sushi, sebaiknya tetap menjaga diri agar tidak keseringan mengonsumsinya. Selain karena kebiasaan makan sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, faktor resiko keracunan dan terserang penyakit akibat makanan mentah juga meningkat!


Makanan mentah apapun, baik hewan laut, produk olahan susu, hingga daging merah, dapat mengandung bahan berbahaya seperti racun dan parasit. Bahan berbahaya ini baru akan hilang jika dicuci bersih dan dimasak hingga matang. Sebenarnya, sistem pertahanan tubuh kamu bisa menangkal zat berbahaya ini. Hanya saja, saat kondisi tubuh kurang fit atau ketika kamu konsumsi makanan mentah terlalu banyak, kamu akan lebih berpotensi terserang penyakit.



Makanan laut dapat mengandung zat logam berat yang jika tidak dibersihkan dengan baik akan menyebabkan keracunan. Selain itu, parasit dan mikroorganisme seperti Vibrio vulnificus, Salmonella sp., Escherichia coli, Helicobacter pylori, amoeba hingga cacing, juga dapat beraksi menginfeksi tubuh apabila penyiapan makanan tersebut tidak higienis. Akibatnya, kita akan dihantui berbagai masalah kesehatan, mulai dari reaksi alergi, mual, muntah, nyeri perut, peradangan pada organ pencernaan, bahkan hingga penyakit serius seperti kanker.



Awalnya Seperti Sakit Maag Biasa, Lalu Gejala Semakin Parah


Kebiasaan mengonsumsi makanan mentah seperti sashimi, seringkali menjadi pemicu infeksi bakteri Helicobacter pylori. Bakteri ini memiliki kemampuan bertahan hidup di lingkungan ekstrim seperti air laut yang sangat asin, maupun permukaan lambung yang sangat asam. Bakteri yang bertahan di organ pencernaan akan berkembang dan merusak dinding lambung dan usus halus.


Pada fase awal infeksi, orang yang terinfeksi mungkin hanya akan mengalami gejala ringan seperti nyeri perut yang menyerupai gejala maag, karena peradangan belum terjadi. Namun, lapisan mukosa dan submukosa lambung yang telah kehilangan kemampuannya untuk menjaga dinding lambung dari iritasi asam, lama kelamaan akan meradang atau yang biasa kita sebut sebagai gastritis. Gejala-gejala umum gastritis yang sering muncul adalah sebagai berikut:


  1. Nyeri ulu hati yang semakin sering
  2. Perut terasa kembung
  3. Mual, disertai perasaan ingin muntah
  4. Sering sendawa
  5. Nafsu makan menurun karena sering memicu maag
  6. Turunnya berat badan
  7. Pada beberapa kasus juga disertai demam

Jika gejala-gejala di atas disepelekan, radang tersebut dapat menjadi komplikasi serius seperti, terbentuknya luka dan pendarahan lambung, robeknya lambung (perforasi), peritonitis, hingga kanker lambung. Pada kasus yang telah parah dan perlu segera dilakukan pertolongan oleh tenaga medis, penderita akan mengalami gejala yang lebih berat di antaranya:


  1. Tinja berdarah atau berwarna kecokelatan hingga hitam
  2. Terasa sakit saat menelan makanan atau minuman.
  3. Nyeri lambung sangat hebat
  4. Muntah darah (biasanya berwarna kehitaman)
  5. Kehilangan energi hingga tak sadarkan diri


Apa yang Harus Dilakukan Jika Terasa Gejala Gastritis Setelah Makan Raw Seafood?


Pertolongan pertama yang paling praktis untuk menekan gejala yang mengganggu adalah dengan meredakan pemicunya. Segera redakan dengan antasida seperti Polycrol Forte, untuk menetralkan asam lambung dengan cepat, dan hindari makanan atau minuman yang mengiritasi lambung. Apabila kamu merasakan gejala gastritis seperti di atas setelah beberapa hari atau minggu mengonsumsi makanan mentah dalam jumlah signifikan, sebaiknya kamu juga segera laporkan pada tenaga medis untuk ditelusuri penyebabnya dan mendapatkan pengobatan yang tepat, ya.



Yuk, lebih berhati-hati dalam memilih kudapan sehari-hari. Jangan terlalu banyak mengonsumsi makanan mentah, dan jagalah higienitas dan sanitasi makanan serta lingkungan. Jika ingin makan sashimi, perhatikan betul-betul restoran penyedianya, ya! Pilihlah restoran bersertifikat yang telah terbukti menyajikan sashimi dengan bersih dan segar. Take a good food, for happy tummy!




Referensi:

American Society for Microbiology Journal Titled “Pathogenesis of Helicobacter pylori Infection”, diakses pada: https://cmr.asm.org/content/19/3/449.full

Diakses pada 24 Mei 2020: Alodokter, Halodoc, KlikDokter, IDN Times


Bagikan artikel ini:

1 Komentar

  1. Arini N.
    Arini N.31 May 2020

    Bener! Makanya sashimi gt suka mahal ya krn harus dijaga bgt kebersihannya. Dan emg kadang2 suka bikin maag kambuh gitu sih kalo keseringan

Berikan Komentar

Login