Ternyata, Pil Kontrasepsi Bisa Picu Gangguan Lambung!

ternyata-pil-kontrasepsi-bisa-picu-gangguan-lambung
Penggunaan alat kontrasepsi seperti pil KB bagi pasangan menikah bisa dianggap sebagai kewajiban, dan merupakan bagian dari program Keluarga Berencana yang telah ditetapkan sebagai program pemerintah Indonesia sejak tahun 70an. Program ini tentu dibentuk demi mencapai kesejahteraan hidup dan kesehatan keluarga yang lebih baik, serta menghindari lonjakan pertumbuhan penduduk. Bagi para newlyweds, program ini pasti sudah mulai kalian persiapkan kan, teman Polycrol? Para wanita umumnya dianjurkan untuk mengonsumsi pil kontrasepsi, sedangkan para pria dianjurkan untuk menggunakan kondom ketika berhubungan seks.

Pil KB atau pil kontrasepsi tergolong dalam jenis kontrasepsi oral yang berbasis hormon. Obat-obatan yang mengandung hormon tertentu memang sering digunakan untuk mencegah kehamilan, dan juga dianggap sebagai kontrasepsi yang paling sederhana selain kondom. Di samping itu fungsi lain dari pil hormonal juga dapat mengatasi siklus menstruasi yang tidak teratur, nyeri menstruasi berat, dan pre menstrual syndrome (PMS).


Sekilas Terkait Pil Kontrasepsi


Pil kontrasepsi memang dianggap sebagai jenis kontrasepsi yang paling efektif dan sederhana bagi para ladies. Guttmacher Institute mencatat bahwa lebih dari 25 persen wanita yang menggunakan alat kontrasepsi saat ini adalah pengguna tipe pil. Selain metodenya yang sederhana, pil kontrasepsi ini juga dilaporkan dapat mencegah kehamilan dengan efektivitas lebih dari 99 persen apabila digunakan dengan tepat.


Pil kontrasepsi bekerja dengan cara mencegah terjadinya pelepasan sel telur (ovulasi) dan pembuahan. Secara fungsional, terdapat dua tipe pil kontrasepsi, yakni yang mengandung kombinasi antara hormon sintetik estrogen dan progesteron, dan yang hanya mengandung progesteron (atau disebut juga sebagai progestin). Kemudian, dari kedua tipe tersebut dibagi lagi berdasarkan kadarnya menjadi golongan pil KB monofasik, bifasik, trifasik, dan tetrafasik. Melihat akan cukup banyaknya jenis pil KB ini, tentu membuat para ladies perlu lebih berhati-hati dan disiplin dalam penggunaannya, ya. Adapun mekanisme pencegahan kehamilan dari kedua tipe tersebut adalah sebagai berikut:


1. Kombinasi estrogen dan progesteron:

Bekerja dengan menghambat pelepasan sel telur dari ovarium dan mempertebal lapisan lendir di leher rahim. Tanpa adanya sel telur maka pembuahan tidak akan terjadi. Selain itu, lapisan leher rahim yang tebal juga akan mencegah sperma membuahi sel telur.


2. Hanya mengandung progesteron

Mencegah dengan cara menebalkan lapisan lendir leher rahim dan menipiskan dinding bagian dalam rahim. Lapisan dinding bagian dalam rahim yang tipis akan mempersulit sel telur menempel.


Habis Minum Pil KB, Kok Rasa Mual dan Maag Malah Kambuh, Ya?


Ladies, apakah kamu lebih sering merasakan gejala mual dan maag setelah menggunakan pil kontrasepsi? Jika kamu merasakannya, jangan khawatir berlebihan dulu ya, karena hal ini sangat mungkin terjadi, kok! Rasa mual yang kamu alami tidak semerta-merta akibat kamu keracunan ataupun sebagai pertanda kehamilan yang tidak disengaja. Namun, hal ini wajar terjadi karena memang merupakan salah satu efek samping ringan dari pil kontrasepsi. Efek samping pil biasanya terjadi ketika pertama kali kamu mulai mengonsumsinya, dan terjadi karena tubuh kamu belum beradaptasi dengan perubahan hormon secara sempurna.


Gejala maag yang dirasakan berasal dari aktivitas estrogen yang dapat mengiritasi lambung. Apabila pil hormonal mengandung estrogen pada dosis tinggi, seperti pil kontrasepsi darurat, efek yang dirasakan pun akan lebih besar pula. Hormon pada pil kontrasepsi juga dapat menyebabkan relaksasi katup sfingter yang memisahkan antara bagian lambung dan kerongkongan. Ketika katup ini terbuka (saat relaksasi), cairan lambung cenderung akan lebih mudah naik, sehingga dapat menyebabkan iritasi pada kerongkongan dan berujung pada munculnya gejala-gejala GERD seperti heartburn. Selain itu, berdasarkan beberapa studi, hormon-hormon tersebut juga dapat menyebabkan pengentalan cairan empedu, yang akan mengganggu proses pencernaan serta memicu rasa mual dan kembung. Selain gejala-gejala tersebut, kamu mungkin juga akan merasakan beberapa gangguan seperti di bawah ini:


- Bercak darah di antara dua siklus menstruasi

- Payudara terasa nyeri dan berat

- Pusing dan migrain

- Perubahan mood atau menjadi lebih emosional

- Penurunan libido

- Menstruasi tidak teratur

- Muncul keputihan

- Naiknnya berat badan


Seiring berjalannya waktu, rasa mual dan efek samping lainnya akan hilang ketika tubuh kamu telah beradaptasi dengan kehadiran pil hormonal tersebut. Kendati demikian, beberapa gejala yang tidak wajar seperti, nyeri yang hebat dan adanya pembengkakan di area tertentu, dapat menandakan bahaya atau efek samping pil kontrasepsi yang perlu segera ditangani. Ketika hal tersebut kamu rasakan, jangan tunda-tunda untuk melaporkannya pada tenaga medis. Adapun efek samping yang perlu kamu waspadai adalah:



Adakah Efek Jangka Panjang yang Perlu Diwaspadai?


Dikutip dari Medical News Today, pil kontrasepsi kombinasi dapat meningkatkan risiko gangguan jantung dan pembuluh darah seperti, adanya penggumpalan darah, deep vein thrombosis (DVT), tekanan darah tinggi, stroke, hingga serangan jantung. Oleh karena itu, gejala-gejala yang dirasa tidak wajar sangat perlu untuk diwaspadai. Pil kontrasepsi juga tidak diberikan oleh dokter pada siapapun begitu saja, karena ada beberapa kriteria yang sangat tidak dianjurkan untuk menggunakan pil ini, diantaranya:


- Wanita hamil dan menyusui

- Wanita yang merokok dan berusia lebih dari 35 tahun

- Wanita obesitas

- Wanita yang sedang mengalami pengobatan tertentu

- Wanita dengan gangguan kardiovaskular, misalnya pernah mengalami trombosis, struk, atau gangguan jantung lainnya

- Memiliki riwayat keturunan atau anggota keluarga yang pernah mengalami penggumpalan darah sebelum berusia 45 tahun

- Pernah mengalami migrain berat

- Pernah mengalami tumor atau kanker payudara, penyakit hati, dan penyakit empedu

- Mengalami diabetes selama 20 tahun atau diabetes dengan komplikasi



Tips Mencegah dan Mengatasi Gangguan Lambung Selama Menggunakan Pil Kontrasepsi

Meredakan efek samping pil kontrasepsi pada sistem pencernaan pada dasarnya tidak begitu sulit. Teman Polycrol bisa melakukan pencegahan dan menyiapkan pertolongan pertama untuk menangani efek mual dan maag yang muncul. Berikut adalah beberapa tips mudah yang bisa kamu coba:


1. Minum pil secara rutin dan sesuai aturan pakai


Jika kamu meminum pil harian, usahakan untuk meminumnya secara rutin pada waktu yang sama, agar lambung lebih cepat beradaptasi dengan obat-obatan hormonal. Jika perlu, atur reminder atau alarm, agar kamu tidak kelupaan minum, ya. Pil kontrasepsi yang lupa diminum harus segera dikonsumsi, maka akibatnya kamu perlu minum lebih dari satu pil dalam hari yang sama, sehingga risiko munculnya efek mual pun lebih tinggi.


2. Minumlah pada saat perut terisi atau saat akan tidur


Pil lebih baik diminum sehabis makan, misalnya pada 30 hingga 90 menit setelah makan, agar lambung bertahan dari iritasi obat. Boleh juga diminum menjelang tidur, karena cenderung lebih jarang terasa atau mengganggu aktivitas


3. Redakan dengan antasida


Jika rasa mual seringkali mengganggu aktivitasmu, sediakanlah pertolongan pertama untuk maag. Seperti antasida Polycrol Forte untuk segera mengatasi gejala maag lebih cepat. Kamu juga bisa jaga-jaga dengan meminum antasida sekitar 30 menit sebelum minum pil kontrasepsi


4. Perbaiki diet dan kebiasaan makan


Perbaiki kebiasaan makan dan dietmu. Kamu bisa mulai dengan menghindari makanan-minuman yang dapat memperburuk iritasi lambung seperti makanan pedas, asam, dan berminyak, serta minuman bersoda dan berkadar gula tinggi. Makanlah dalam porsi kecil namun lebih sering, dan jangan tiduran maupun beraktivitas berat langsung setelah makan


5. Konsultasikan ke dokter atau tenaga ahli


Jika gejala tidak berkurang, segera ceritakan pada tenaga kesehatan untuk mendapatkan informasi terkait pengobatan yang tepat. Biasanya, dokter akan meresepkan obat maag tertentu atau anti mual yang cocok untuk kondisimu. Pada beberapa kasus, kamu mungkin juga akan dianjurkan untuk mengganti jenis kontrasepsi yang digunakan. Misalnya menjadi pil progestin, karena pil kontrasepsi yang hanya mengandung progesteron biasanya lebih jarang menyebabkan mual dan muntah.


6. Buat hati lebih happy dan hindari stres


Hindari juga pemicu stres yang akan berdampak pada gangguan psikosomatis, ya. Cobalah rutin melakukan aktivitas yang dapat merelaksasi diri seperti yoga, meditasi, berjalan santai di taman, membaca buku, dinner romantis bareng suami, atau menonton film, teman Polycrol!

Nah ladies, sekarang lebih paham alasan munculnya maag selama kamu mengonsumsi pil KB, kan?  Jika maag tak kunjung menghilang selama lebih dari 3 bulan, segeralah berkonsultasi pada ahli kesehatan terutama dokter obgyn untuk mendapatkan penanganan yang tepat, ya! Gangguan-gangguan yang dirasakan pada lambung bisa jadi merupakan indikasi akan sulitnya tubuhmu beradaptasi pada perubahan hormonal setelah mengonsumsi pil kontrasepsi. Hal ini yang perlu benar-benar diwaspadai, karena risiko terjadinya efek samping lain seperti, penggumpalan darah dan serangan jantung akan meningkat. Dan yang terpenting, selalu terapkan penggunaan obat yang tepat dan disiplin, agar program KB lebih mudah dijalani, ya!



Referensi:

Diakses pada 22 Agustus 2020:  Healthline, Medical News Today, WebMD, drmarinarose.com, Alodokter, Harvard Health Publishing


Bagikan artikel ini:

0 Komentar

Berikan Komentar

Login