Benarkah GERD Dapat Menimbulkan Kerusakan Gigi

Refluks asam lambung atau Gastro-oesphageal reflux disease (GERD), tidak hanya berdampak bagi kesehatan lambung semata. Gejala penyakit yang memicu rasa mual, sendawa, dan nyeri pada ulu hati ini juga memiliki dampak negatif di sekitar rongga mulut. Bahkan, kenaikan asam lambung yang sering terjadi juga dapat menyebabkan kerusakan pada beberapa organ tubuh lainnya. Sebuah penelitian dari University of Alabama mengatakan bahwa, 40 persen pasien GERD yang diteliti, mengalami kerusakan gigi yang signifikan.

Selanjutnya, seperti dikutip dari sebuah artikel di Detik.com, menanggapi hal ini, drg Diatri Nari Ratih MKes hD SpKG (K) mengatakan pada dasarnya, semua hal yang berkaitan dengan asam termasuk penyakit asam lambung dapat menyebabkan gigi sensitif. Sebab, asam akan mengikis lapisan email dan menyebabkan dentin terbuka.

Seringnya asam lambung yang naik, dapat menyebabkan hilangnya lapisan pelindung pada gigi. Secara medis lebih dikenal dengan istilah erosi gigi. Intensitas refluks asam lambung yang tinggi dapat menyebabkan terkikisnya lapisan mineral pada gigi. Kondisi mulut yang kering dan kuantitas air liur yang sedikit pada penderita GERD, dapat menyebabkan bakteri dan plak gigi bertahan di dalam mulut. Kadar asam dalam mulut yang tinggi tersebut merupakan salah satu penyebab kerusakan gigi pada penderita GERD. Hal ini biasanya ditemukan pada gigi yang mengalami erosi itu dekat langit-langit dan di daerah belakang.

 

Hal tersebut disebabkan karena asam lambung yang datang dari kerongkongan, sehingga gigi bagian belakang lebih sering terpapar refluks asam lambung. Akibatnya pada gigi bagian belakang akan sering terasa ngilu saat mengonsumsi makanan panas atau dingin. Karena lapisan enamel yang terkikis dan lapisan dentin yang terbuka, gigi menjadi sensitif.

Beberapa cara bisa dilakukan untuk mencegah kondisi kenaikan asam lambung yang merugikan tersebut. Salah satunya adalah dengan mengonsumi permen. Kondisi mulut kering yang sering dialami oleh penderita GERD dapat dicegah dengan cara ini. Pasalnya dengan mengonsumsi permen, mulut akan terstimulasi untuk memproduksi air liur. Sehingga air liur dapat membilas bakteri dan kandungan asam dalam mulut. Namun perlu diperhatikan, janganlah mengonsumsi permen dengan kadar gula yang tinggi atau secara berlebihan, karena hal tersebut justru dapat memperburuk kondisi gigi yang rusak.

Jika kerusakan gigi telah berada dalam kondisi yang parah, penanganan medis yang intensif sangat disarankan. Datanglah ke dokter gigi dan melakukan perawatan gigi secara rutin, penting sekali untuk selalu rajin menggosok gigi dua kali sehari (pagi dan malam sebelum tidur). Hal ini dapat menjadi salah satu cara untuk merawat kondisi gigi.

Melakukan atau mengurangi diet makanan yang mengandung zat asam juga dapat menjadi solusi. Sehingga refluks asam lambung berkurang dan tidak berdampak buruk pada kondisi gigi. Untuk menghindari refluks asam lambung, penderita GERD juga disarankan untuk tidak mengonsumsi makanan 3 jam sebelum tidur.