Benarkah Penderita Penyakit Asam Lambung Tak Boleh Berolahraga ?

Pernah merasakan sensasi terbakar ketika selesai berolahraga? Banyak pendapat yang mengatakan hal itu wajar saja karena kalori dan lemak sedang terbakar ketika seseorang sedang berolahraga. Namun bagaimana jika sensasi tersebut terjadi pada area tertentu pada tubuh kita seperti pada area perut, apakah hal ini normal? sensasi seperti ini seperti menyerupai gejala gangguan pencernaan seperti gejala terjadi naiknya asam lambung yaitu adanya rasa nyeri di ulu hati dan juga sensasi terbakar. Jika hal ini sering dirasakan pada saat berolahraga, berikut ini penjelasannya.

Kita mungkin bertanya-tanya apa hubungan antara berolahraga dengan adanya rasa nyeri dan sensasi terbakar pada tubuh?  Dilansir dari situs WebMD.com, aktivitas olahraga bisa saja memicu heartburn (sensasi terbakar yang kerap timbul karena naiknya kadar asam lambung). Hal tersebut terjadi dikarenakan otot sfingter esofagus bagian bawah menjadi lemah sehingga makanan serta kadar asam pada perut bisa saja naik dari organ perut tersebut ke saluran esofagus.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh American College of Sports Medicine menyebutkan bahwa sekitar 50 persen atlet menderita gejala penyakit asam lambung ketika berolahraga. Mereka dengan riwayat kondisi tersebut cenderung mengalami GERD, disebabkan oleh adanya aliran darah yang berkurang menuju organ perut ketika berolahraga. Hal Inilah yang menyebabkan bisa saja memunculkan beberapa kondisi seperti dehidrasi, efek hormonal sehingga meningkatkan tekanan pada area abdomen.

Tapi apakah hal tersebut berarti mereka yang menderita gangguan asam lambung tak boleh berolahraga?  ada beberapa saran yang bisa kita ikuti dan lakukan agar asam lambung tidak mengganggu keinginan kita untuk berolahraga, seperti :

  1. Aturlah Apa yang Kita Makan

Sebelum berolahraga, cobalah pilih makanan ringan, seperti granola atau buah-buahan. Trik ini menghindari kita dari kelaparan pada saat berolahraga nantinya, Untuk jenis makanan ringan ini, waktu satu jam atau kurang daripada itu sebelum berolahraga diperbolehkan, namun tidak untuk jenis makanan berat. Sebab tubuh membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga jam untuk mencerna jenis makanan berat , hingga perut menjadi kosong kembali.

  1. Pilih dengan Bijak Jenis Olahraga Kita

Eli D. Ehrenpreis, MD seorang Ahlio dari Northshore University Health System menyebutkan bahwa kebanyakan atlet terutama olahraga hoki sering bermasalah dengan penyakit asam lambung, dikarenakan mereka terlalu sering melakukan gerakan membungkuk ketika berolahraga hoki. Hal Ini tentu membuat otot perut berkontraksi ketika melakukan gerakan tersebut. Jika  kita ingin berolahraga, pilihlah olahraga ringan seperti renang, bersepeda atau yoga.

  1. Konsumsi Obat Jika Diperlukan

Kita bisa berkunjung ke dokter untuk meminta resep obat agar penyakit asam lambung kita bisa terkontrol selama berolahraga. Biasanya dokter akan memberikan obat sejenis antasida dengan kalsium, kedua kandungan ini dapat menetralkan kadar asam lambung pada tubuh.

Berolahraga bagaimanapun juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Secara umum tubuh kita perlu bergerak untuk memaksimalkan fungsinya dan olahraga adalah cara mudah yang bisa dilakukan.

Salah satu manfaat dari olahraga adalah meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit. Seorang ahli, Kathleen Zelman, MPH, RD, LD, direktur kesehatan WebMD, menjelaskan ketika berolahraga tubuh akan lebih bebas bergerak. Hal ini akan memicu proses metabolisme dan sirkulasi darah menjadi lebih lancar. Hasilnya tubuh lebih sehat dan kuat serta tak mudah terserang penyakit.

Dan yang paling penting, jangan sampai kita berhenti berolahraga ya, meskipun kita memiliki penyakit asam lambung.