Maag Mengganggu saat Traveling? Ini Tipsnya…

Saat sedang asyik traveling, tiba-tiba gangguan lambung muncul tentu sangat mengganggu sekali bukan? Seperti diketahui, sakit maag atau tukak lambung, atau peradangan bisa menyebabkan pencernaan menjadi terasa sakit, mulas, dan perih, yang dapat menyerang kapan saja dan di mana saja. Tapi hal tersebut bukan berarti menjadi halangan bagi penderita sakit maag untuk bisa datang ke berbagai destinasi wisata, asalkan memperhatikan beberapa pendapat dari para ahli medis.

Beberapa ahli menjelaskan problema terlambatnya waktu makan ketika beraktivitas seperti saat traveling, bukanlah penyebab utama terjadinya gangguan pada lambung. Hal ini didukung oleh pendapat dari dokter Epistel Simatupang, SpPD-KGEH, seorang ahli Penyakit Dalam di Jakarta. “Tak masalah (terlambat makan). Sebab, penyakit lambung itu muncul karena ada pemicunya, yakni dari obat-obatan atau makanan yang menyebabkan sakit maag,” kata Epistel.

Obat-obatan yang dimaksud oleh dokter Epistel adalah obat-obatan nonsteroidal anti-inflammatorydrugs (NSAIDs), atau yang memiliki khasiat analgesik (pereda nyeri), antipiretik (penurun panas), dan anti-inflamasi (anti-radang).

Selain itu, memang faktanya ada beberapa jenis makanan tertentu yang harus dihindari oleh beberapa orang yang menderita penyakit maag. Dokter Epistel mengatakan, gangguan penyakit maag memang akan muncul saat seseorang menyantap makanan yang dapat memicu kenaikan asam lambung, seperti yang mengandung citarasa yang sangat asam atau sangat pedas  seperti cabai, cuka, dan merica. Sebaiknya perlu diperhatikan dalam memilih jenis makanan yang cocok bagi para penderita sakit maag.

Jenis Makanan yang telah dijelaskan sebelumnya memang bisa merangsang reaksi munculnya nyeri pada perut lantaran rusaknya dinding pada lambung. Selain itu, jenis makanan yang sulit dicerna lambung juga bisa menjadi momok utama bagi penderita sakit maag. Contohnya adalah jenis makanan yang mengandung lemak terlalu tinggi, seperti gorengan, kue, keju, dan cokelat. Namun, jika sekedar mencoba dalam porsi wajar, hal ini tidak menjadi masalah, jadi porsi makanan juga harus diperhitungkan. Meski demikian, disarankan pada saat traveling untuk pandai-pandailah memilih jenis makanan yang aman.

Jika sakit maag atau gejala sakit lambung tiba-tiba datang mengganggu traveling ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi rasa tak nyaman tersebut.. Berikut ini adalah empat saran dari dokter Epistel untuk pertolongan pertama yang perlu dilakukan penderita sakit maag saat traveling:

  1. Mengunyah Daun Mint

Segera carilah tempat makan yang menyediakan minuman dengan campuran daun mint, lalu kunyahlah daun mint tersebut. Khasiat daun mint diketahui bisa menetralkan asam lambung yang berlebihan.

  1. Jangan stress

Istirahat cukup dan tidak banyak memikirkan hal-hal yang membuat stres. Sebab, tekanan bisa menaikkan asam lambung. Mengelola emosi sangatlah penting untuk meredakan gejala sakit maag.

  1. Minum air hangat

Air hangat bisa meredakan rasa nyeri yang muncul saat gangguan lambung tiba-tiba menyerang. Minumlah Air hangat secukupnya untuk mengurangi rasa nyeri pada lambung tersebut.

  1. Makan yang lunak

Makanlah makanan yang memiliki tekstur lunak, seperti bubur. Bubur sangat mudah dicerna lambung dan tidak membebani sistem pencernaan saat bekerja “menggiling” makanan. Karena pada saat sakit maag, makanan berat hanya akan membuat perut semakin nyeri.

 

Itulah beberapa tips yang bisa kita lakukan ketika mengalami sakit maag saat traveling. Untuk penderita sakit maag, lebih baik membawa obat maag yang disarankan dokter untuk berjaga-jaga jika sakit maag kita kambuh. Tips di atas mudah dan simpel bukan? Selamat mencoba!