Mengenal Antasida dan Manfaatnya bagi Penderita Gangguan GERD

Gastro-Esophageal Reflux Disease (GERD) adalah salah satu gangguan pencernaan paling umum yang mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia. Perlakuan terhadap kondisi ini tergantung pada perubahan gaya hidup dan juga obat yang dikonsumsinya.

Menurut pendapat seorang ahli dari Bankura Sammilani Medical College, India, Dr Ananya Mandal menyatakan bahwa beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan seseorang terkena GERD diantaranya adalah kegemukan (obesitas), tidur terlentang tanpa bantal, alkohol, merokok, mengkonsumsi kopi  dan stres,.

Cara untuk mengatasi gangguan GERD, umumnya memerlukan obat-obatan yang bisa mengurangi tingkat keasaman pada lambung guna menetralkan asam, atau mengurangi produksi asam. Obat yang digunakan biasanya merupakan jenis obat antasida.

Sekilas tentang Antasida

Antasida, satu dari sekian jenis obat yang digunakan untuk meredakan berbagai masalah pencernaan. Mengandung garam aluminium dan magnesium yang mampu mengikat asam lambung, antasida bekerja mengurangi keasaman pada lambung. Sementara itu Zat lain dalam antasida adalah simetikon yang berfungsi mengeluarkan gas berlebih di dalam saluran cerna.

Antasida termasuk obat-obatan yang dijual bebas, tidak perlu resep dari dokter.  Namun perlu diingat bahwa untuk tablet antasida haruslah dikunyah terlebih dahulu agar obat lebih cepat larut dan cepat bekerja. Dosis lazimnya 1-2 tablet dengan maksimum empat kali sehari. Sedangkan antasida dalam bentuk cair dapat langsung diminum dengan dosis 1-2 sendok teh maksimal empat kali sehari.

Waktu terbaik untuk meminum antasida adalah saat perut kosong misalnya menjelang tidur atau dua jam sebelum atau setelah makan. Perlu diperhatikan, saat mengonsumsi antasida dianjurkan untuk  tidak menggunakan obat-obatan lain pada saat yang bersamaan. Hal ini dapat menyebabkan proses absorpsi obat menjadi terganggu.

Meski dijual bebas di apotek, penggunaan antasida tidak dianjurkan lebih dari dua minggu. Sebab jika dipakai dalam jangka waktu Panjang, hal ini justru berdampak meningkatnya produksi asam lambung. Jika anda harus mendapat obat pereda nyeri dalam jangka waktu lama, sebaiknya dipilih dari obat bukan dari golongan NSAID.

Namun, bagi para penderita yang diharuskan untuk mengkonsumsi obat-obat yang dapat mengiritasi lambung seperti dari golongan NSAID, antibiotik siprofloksasin, dan sebagainya, disarankan agar  meminumnya sesudah makan.

Itu dia tentang antasida, Jenis obat yang pada umumnya digunakan para penderita gangguan lambung. Selain obat, solusi lain untuk memperkecil resiko kambuhnya penyakit pada pencernaan adalah menerapkan pola hidup dan pola makan yang sehat dengan menghindari makanan pedas, asam, berminyak, merokok, dan juga mengonsumsi alkohol.