Pekerja Sering Begadang Berpotensi Gangguan Pencernaan

Pekerjaan yang menumpuk setiap hari, stres beban pekerjaan sering kali membuat pekerja kesulitan mendapatkan tidur yang berkualitas. Padahal, orang dewasa sebaiknya mendapatkan waktu sekitar 6 hingga 8 jam untuk mengistirahatkan tubuh. Dilansir dari laman Independent, National Sleep Foundation (NSF) dan panel yang terdiri dari 18 ilmuwan medis dan para peneliti mengulas lebih dari 300 penelitian tentang tidur. Mereka mencoba menemukan jumlah waktu yang tepat seseorang harus tidur sesuai dengan rentang usianya. Hasilnya mereka merekomendasikan bahwa jumlah waktu tidur yang ideal untuk seorang dewasa  (18-64 tahun) bahkan 7-9 jam per hari!

Tak hanya untuk menyimpan dan menyiapkan energi untuk hari selanjutnya, tidur memiliki banyak sekali manfaat. Sebut saja yang paling sederhana, tidur bisa menjaga kesehatan jantung, menurunkan tekanan darah hingga mengurangi stres.

Lalu bagaimana untuk seorang pekerja yang sibuk sehingga sering kurang tidur hingga sering begadang? Hati-hati, Anda ternyata bisa saja terkena gangguan pencernaan seperti gangguan asam lambung. Berikut ini penjelasann apa sebenarnya kaitan tidur yang cukup dengan pencernaan.

Setiap harinya tubuh memerlukan energi sebagai bahan bakar agar otot, sendi, sistem saraf dan pencernaan berjalan dengan baik. Artinya, sistem pencernaan akan bekerja secara konstan dan maksimal untuk mengolah makanan dan memenuhi kebutuhan glukosa sebagai pasokan tenaga utama dalam tubuh.

Tidur juga dapat memaksimalkan fungsi dan mengembalikan energi sistem pencernaan untuk mengolah makanan dan meghasilkan glukosa sebagai energi utama tubuh. Kurangnya waktu tidur, dapat membuat sistem pencernaan tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Sehingga sistem pencernaan tidak lagi dapat mengolah makanan secara maksimal dan efisien.

Tentang kaitan kurang tidur atau begadang dengan gangguan pencernaan, Joan Chen, M.D., M.S., spesialis esofagus dari Michigan Medicine dilansir dari laman UOFMHealth.org mengatakan “Ketika Anda mengurangi waktu tidur secara sadar atau tidak, gejala GERD akan cenderung lebih muncul.” Ini berdasarkan studi yang dilakukannya pada 101 pasien dengan gejala asam lambung. Dari studi tersebut, ia menyimpulkan bahwa seseorang yang kurang waktu tidurnya dan tidak berkualitas,                               bisa meningkatkan kemungkinan memiliki gangguan asam lambung.

Ia juga menyebutkan bahwa baik kurang tidur maupun GERD sebaiknya harus diperhatikan khususnya untuk para pekerja. Tak hanya memberikan efek nyeri di ulu hati, GERD yang tak tertangani bisa menyebabkan kanker esofagus. Sedangkan kurang tidur bisa berdampak buruk pada berat badan, kesehatan jantung, ingatan dan resiko penyakit lainnya.

Joan Chen, M.D., M.S. menyarankan lakukan perubahan dengan mengubah rutinitas, kombinasi pola makan dan gaya hidup sebagai langkah awal untuk menghindari gangguan asam lambung dan begadang sehingga bisa membuat tidur jadi lebih berkualitas.