Perbedaan Maag dan GERD Menurut Ahli Gastroenterologi yang Wajib Kamu Ketahui

Sampai saat ini, masyarakat awam banyak yang menganggap gangguan maag tak ada bedanya dengan GastroEsophageal Reflux Disease atau yang biasa disebut GERD. Padahal keduanya berbeda meskipun memiliki beberapa gejala  yang serupa. Menurut dr Ari Fahrial Syam, SpPD, KGEH, MMB GERD dan maag merupakan dua penyakit yang memiliki hubungan sebab akibat.

Orang biasa menyebut penyakit yang ada kaitannya dengan asam lambung sebagai sakit lambung atau maag. Sedangkan secara medis sakit lambung diartikan sebagai kumpulan rasa sakit atau rasa tidak nyaman di bagian ulu hati, saluran cerna bagian atas, atau organ-organ di sekitarnya. Gejala gangguan ini biasanya adalah mual, kembung cepat kenyang, muntah, diare, dan kurang nafsu makan.

Berbeda dengan maag, GERD merupakan gangguan saluran cerna bagian atas yang terjadi karena asam lambung dengan derajat keasaman yang tinggi naik ke kerongkongan. Untuk mengetahui lebih detail perbedaan keduanya, yuk siak penjelasan di bawah ini ya.

Maag

Disebut gastritis, sakit maag berasal dari kata gaster (berarti lambung) dan itis (berarti peradangan). Gastritis ini merupakan proses peradangan yang terbatas pada lapisan mukosa dan submukosa dinding lambung. Hal ini terjadi diakibatkan oleh sistem perlindungan mukos lambung yang tak lagi mampu melindungi lambung. Hal ini terjadi sebab paparan yang terus menerus oleh berbagai zat yang bersifat merusak.

Faktor-faktor yang menyebabkan gastritis antara lain produksi asam lambung yang berlebihan, konsumsi makanan pedas, panas, dan obat anti nyeri yang membuat lambung teriritasi. Selain itu gastritis juga disebabkan infeksi bakteri seperti HelcobacterPylori. Konsumsi alkohol dan rokok pun bisa menjadi pemicu peradangan pada dinding mukosa lambung.

Selain faktor, yang perlu diperhatikan adalah gejala dari sakit maag. Di antaranya adalah perasaan tidak nyaman sampai nyeri pada saluran pencernaan seperti gejala mual, muntah, nyeri ulu hati, lambung terasa peuh, sering bersendawa, cepat kenyang, perut keroncongan, hingga sering buang angin.

Menangani gastritis sendiri tidak uit, hanya butuh ketelatenan dan kedisiplinan. Ya, penyakit ini akn hilang jika penderita mengonsumsi obat khusus lambung dan melakukan pola makan teratur. Termasuk diet lunak, menghindari konsumsi zat yang merangsang dinding lambung, serta mengelola stress dengan baik.

GERD

Merupakan penyakit saluran cerna bagian atas, GERD terjai akibat asam lambung dan derajat keasaman yang tinggi naik ke kerongkongan. Nah untuk gejala GERD hampir sama dengan sakit lambung. Jika tidak dilakukan perawatan yang serius, GERD bisa menyebabkan komplikasi antara lain pendarahan, penyempitan kerongkongan, dan beresiko kanker kerongkongan.

Gejala-gejala GERD umumnya sama dengan sakit lambung, tapi gejala khusus penyakit ini adalah rasa terbakar di bagian belakang tulang dada dan cairan lambung yang naik tidak hanya sampai ke kerongkongan namun hingga ke mulut. GERD tidak bisa tuntas hanya dengan obat sakit lambung biasa. Karenanya penderita penyakit ini sangat disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis saluran pencernaan sejak dini. Alternatif lain yang juga mendukung penyembuhan adalah menjalankan hidup sehat seperti makan teratur, sehat, dan kaya serat. Selain itu, olahraga juga perlu dilakukan.

Itu dia perbedaan penyakit GERD dan maag. Dengan tahu gejala, faktor penyebab, hingga cara menyembuhkan, kita jadi bisa mengantisipasi, mencegah, bahkan melakukan perawatan dengan lebih efektif dan efisien.